Walaupun hati sudah terbuka, rindu
dan suka pada Islam, sudah faham Islam dan yakin pula pada apa yang difahami
itu, tetapi kalau hendak bertindak dan melaksanakannya, masyaAllah, rupanya
bukan Amerika, bukan Yahudi, bukan pula orang kafir yang menghalang tetapi
musuh dalam diri kita sendiri iaitu nafsu kita yang menghalang! Nafsu yang ada
dalam diri kita itulah yang lebih jahat dari pada syaitan. Syaitan tidak bisa
mempengaruhi seseorang kalau dia tidak meniti di atas nafsu. Denga kata lain,
nafsu adalah highway bagi syaitan. Seandainya nafsu dapat diperangi,
maka tertutuplah jalan syaitan dan dia tidak bisa mempengaruhi jiwa kita.
Sedangkan nafsu ini sebagaimana yang digambarkan oleh Allah, ia sangat jahat.