Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2013

RASULULLAH SAW SEBAGAI PERANTARA TERTINGGI KEPADA ALLAH SWT


Oleh ; Habib Munzir Al Musawa

Allah swt berfirman : "BILA KALIAN BERSYUKUR MAKA NISCAYA KUTAMBAHKAN NIKMAT ATAS KALIAN, DAN BILA KALIAN INGKARI NIKMATKU MAKA SUNGGUH SIKSA KU SANGAT PEDIH" (QS Ibrahim 7), fahamlah kita bahwa bersyukur merupakan kewajiban bagi kita, dan tidak bersyukur adalah berhadapan dengan siksa Nya yang pedih.

Senin, 18 Maret 2013

AKIBAT YANG MENGERIKAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40)

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

4 TANDA TAUBAT ANDA DITERIMA


Silahkan dibaca saudaraku..

SEORANG ahli hikmah berkata:

Sifat orang yang mengenali Allah
ada enam:

1). Jika ia ingat kepada Allah ia
berbangga;

Jumat, 08 Maret 2013

Efek Kalau Umat Tidak Bertaqwa


Taqwa adalah punca dari keselamatan dan kebahagiaan dunia dan Akhirat. Tanpa taqwa, kita tidak akan selamat dan tidak akan bahagia. Kita tidak akan terpelihara dan tidak akan dapat berlindung pada Allah. Kita akan terdedah kepada pelbagai serangan nafsu dan syaitan. Natijahnya, kita tidak akan sampai kepada Allah dan hasilnya sangat rusak dan merusakkan. Kalau taqwa tidak ada dan nafsu bermaharajalela, efeknya sangat buruk sekali.

Wasilah ( metode ) Jalan Mendapatkan Taqwa


Dalam postingan kali ini kita membicarakan tentang wasilah.Wasilah itu bukan syarat.Ianya juga bukan rukun.Ia lebih kepada kaedah atau method .Pada bahasa,wasilah bermaksud perantaraan.Tetapi pada syarak,maksudnya berbeza dan perkara ini akan diterangkan seterusnya.

Rabu, 06 Maret 2013

Tujuan Dari Ibadah Yang Sebenarnya Adalah Untuk Mendidik


Ibadah Itu Sebenarnya Bertujuan Untuk Mendidik

Setiap ibadah itu, apakah ibadah lahir yang terangkum di dalam syariat, ibadah batin atau ibadah hati yang terangkum di dalam Tauhid dan Tasawuf, ianya bertujuan untuk mendidik. Ia makanan untuk jiwa. Ia dapat membina dan memberi kekuatan kepada jiwa. Ia bisa menambah taqwa. Supaya ibadah itu dapat mendidik, harus ada disiplinnya yakni harus ada ilmunya, difahami, diyakini dan dihayati. Ilmu itu benda mati. Faham itu adalah kalau ilmu dapat mencetuskan rasa. Yakin itu kalau pegangan kuat dan tidak goyang dan penghayatan itu apabila hati , roh dan jiwa ikut bersama-sama dalam beribadah.

Selasa, 05 Maret 2013

Penjelasan Singkat tentang Rukun Taqwa


Rukun Taqwa

Sebelum ini kita telah membicarakan tentang syarat-syarat taqwa. Sekarang kita membicarakan rukun taqwa. Kalau syarat itu perkara di luar, rukun pula adalah perkara yang di dalam.

Senin, 04 Maret 2013

Syarat Taqwa Yang Ke Tujuk adalah Ada Pemimpin Yang Memimpin Kita (Mursyid)


Syarat taqwa yang ke 7 ialah harus ada pemimpin yang bisa memimpin dibidang ilmu, dibidang akal dan hati, apakah yang berbentu lahir mahupun yang batin dan dalam semua hal sehingga hidup kita ini bisa terarah kepada Allah.

Sabtu, 02 Maret 2013

Syarat Taqwa Yang Ke Lima adalah Mujahadah


Walaupun hati sudah terbuka, rindu dan suka pada Islam, sudah faham Islam dan yakin pula pada apa yang difahami itu, tetapi kalau hendak bertindak dan melaksanakannya, masyaAllah, rupanya bukan Amerika, bukan Yahudi, bukan pula orang kafir yang menghalang tetapi musuh dalam diri kita sendiri iaitu nafsu kita yang menghalang! Nafsu yang ada dalam diri kita itulah yang lebih jahat dari pada syaitan. Syaitan tidak bisa mempengaruhi seseorang kalau dia tidak meniti di atas nafsu. Denga kata lain, nafsu adalah highway bagi syaitan. Seandainya nafsu dapat diperangi, maka tertutuplah jalan syaitan dan dia tidak bisa mempengaruhi jiwa kita. Sedangkan nafsu ini sebagaimana yang digambarkan oleh Allah, ia sangat jahat.

Kamis, 28 Februari 2013

Syarat Taqwa Ke Tiga Yaitu Yakin


Syarat Taqwa Ke Tiga Yaitu Yakin

Apa saja ilmu yang kita ketahui dan fahami perlu kita yakini terutamanya dalam soal-soal aqidah, keyakinan kepada Allah, kepada Rsaul, kepada malaikat dan sebagainya. Keyakinan itu harus kental, jangan dicelahi oleh syak, waham atau zan. Jangan jadikan ilmu Islam itu macam ilmu-ilmu sekular yang lain. Umpamanya sewaktu belajar ilmu ideologi, ilmu ekonomi, ilmu politik dan ilmu alam, kadang-kadang hati berkata, ``Yang benar? Apa mungkin?``

Penjelasan Syarat Syarat Taqwa


Syarat-syarat taqwa itu sebagai berikut:

1.     Dapat petunjuk dari Allah (Hidayah)
2.     Faham tentang Islam
3.     Yakin
4.     Melaksanakan
5.     Mujahadah
6.     Istiqamah beramal
7.     Ada pemimpin yang memimpin (mursyid)
8.     Berdoa kepada Allah

Selasa, 26 Februari 2013

Hidayah Haruslah kita Dijaga


Hidayah merupakan intan berlian maknawi dan rohani.Ia sangat berharga.Siapapun yang memilikinya dianggap orang kaya dan mulia. Dia telah mendapat banyak kebaikan.

Tetapi perlu diingat,hidayah seperti juga barang berharga yang lain,ia bisa hilang.Oleh karena itu,dia haruslah dijaga dengan sebaik-baiknya.Barang yang hilang selalunya sukar untuk didapatkan kembali.

Perbezaan Antara Syarat Dan Rukun Taqwa


Untuk mencapai taqwa ada syarat-syaratnya. Syarat itu berbeza dengan rukun. Syarat itu lain, rukun itu lain pula. Syarat itu di luar tetapi rukun itu di dalam. Seperti dalam mengerjakan sembahyang, menutup aurat itu syarat untuk sembahyang, ianya dikerjakan di luar sembahyang. Membaca surah Al Fatihah itu rukun sembahyang, ianya dikerjakan dalam sembahyang. Kalau dikatakan rukun, maka ia berada di dalam amalan. Kalau syarat, ia berada di luar amalan.

Minggu, 24 Februari 2013

Kita harus Menghadirkan Roh Dalam setiap Amalan


Hendak lahirkan dan hendak hadirkan roh dalam aktivitas kita, usaha kita, tindak tanduk kita dan dalam aspek apa saja, itu yang susah. Kadang-kadang kita ingat, tetapi kita diganggu. Akhirnya, kalau kita berdagang, kita melihat untung dan hanya melihat duit saja. Lebih-lebih lagi kalau dapat untung banyak, kita lupa untuk menghadirkan roh. Duit saja yang kita nampak dimata kita.

Semua amal ibadah harus ada Roh


Islam itu ada lahir, ada batin. Ada jasad, ada roh. Ada rangka, ada nyawa. Islam itu ada kulit dan ada isi. Batin Islam atau roh Islam atau nyawa Islam atau intipati Islam itulah yang dikatakan rohul amal . Yaitu roh dalam kita bekerja, roh dalam kita bertindak atau roh dalam kita melaksanakan sesuatu, apakah dalam bidang ibadah, ekonomi, pembangunan, pertanian, kesehatan dan lain-lain.

Kamis, 21 Februari 2013

Kesan Kesan Kalau Berkerja di dasari Dengan Taqwa


Bila berniaga kerana hendak untung, kalau rugi, menderita, sedih, hilang semangat dan tidak bermaya. Padahal kalau berniaga ada roh, rugi pun tidak mengapa sebab dapat sifat taqwa. Itu yang utama. Itu pun niat kita asalnya. Mungkin di kedai Tuhan rugikan kita tetapi Tuhan untungkan kita di tempat lain. Tuhan kata siapa yang bertaqwa akan dapat rezeki dari sumber yang tidak diduga. Jadi walaupun rugi berniaga, yang penting dalam berniaga ada roh, ada nyawa dan ada penghayatan. Jadi perniagaan yang hidup yang bukan bangkai ialah perniagaan yang ada roh. Bila ada roh atau nyawa kalaupun kita rugi, kita tidak bimbang. Tuhan akan datangkan untung dari sumber lain yang tidak diduga.

Berusahalah untuk mendapatkan taqwa yang benar


Mengamalkan Islam yang lahir itu, seperti sembahyang fardhu dan sunat, puasa, zakat, baca Quran, wirid dan zikir, tujuannya supaya kita menjadi orang yang bertaqwa. Namun kalau kita boleh beribadah seperti itu dua puluh empat jam sehari pun, yang kita akan dapat dari usaha itu hanya 10% sahaja dari nilai taqwa keseluruhannya. Tetapi untuk buat itu pun bukan mudah. Bukan mudah untuk bangun sembahyang malam, berpuasa, berzakat dan bersedekah, baca Quran dan wirid zikir. Untuk mendapat taqwa secara lahir itu pun amat susah.

Rabu, 20 Februari 2013

Taqwa itu Adalah Benda Dalaman


Kita perlu ingat bahawa benda-benda lahir itu syariat. Syariat dalam ajaran Islam ialah kulit. Kalau kulit saja yang ada, tidak ada isinya maka dia tidak ada arti apa-apa. Contohnya, kalau kita beli buah, yang kita inginkan isi. Katakanlah kita beli ubi kayu tentu ada kulitnya. Kalau tidak ada kulit, isi mudah rusak, namun yang penting ialah isinya. Dalam Islam ada kulit dan ada isi. Kulit dan isi harus dipertahankan, tetapi keutamaan adalah pada isi.

Beramal Untuk Menambah Taqwa


Firman Allah SWT:
"Watazau wadu fainna khairazza dittaqwa."

Maksudnya:
"Hendaklah kamu menambah bekalan. Maka sesungguhnya sebaik-baik bekalan itu adalah sifat taqwa." (Al Baqarah: 197)

Amalan Taqwa


Amalan taqwa pula bukan sekedar apa yang terkandung di dalam rukun Islam seperti puasa, zakat, haji dan sembahyang saja. Bukan sekadar membaca Quran atau wirid dan berzikir sambil menggentel biji tasbih. Bukan juga bersuluk dan beruzlah menjauhkan diri dari orang ramai. Amalan taqwa bukan sahaja di surau atau di masjid.